Journey to find nothing

October 5, 2005

PUASA nyoookkkk…..

Filed under: Time Is Running Out

PUASA. apa itu puasa?mari kita tanya galilleo (halaah…).hari ini hari pertama puasa ramadhan.awal puasa yang sangat aneh.gw sakit demam ringan.membuat seharian gw bersembunyi di balik jaket gw yang tebal dan hangat.oooooohhh….. (apa sih?) gedubrak…. tapi gw tetep puasa dunk…..masa kalah ma my chubby.eh tapi ngemeng-ngemeng my chubby emang lagi ga puasa nih hari ini.mo tau ga kenapa?karena eh karena merusak pikiran…. (halaaah…).maksudnya my chubby lagi palang merah.jadi ga puasa deh.duuuh….bener2 palang merah yang jahil.tapi satu hal yang gw tau pasti,yaitu gw ketularan penyakit ini dari……BAMBANG…!!!!!!

gw jg sebel banget gaji gw lom jelas.sial banget.padahal gw dah lagi kanker akut banget betul nih.bingung gw.masa gw harus ngerampok abang2 gorengan yang suka mangkal depan kantor.kagak lepel…..!!!mending tukang es cendol tuh.moga2 aja ada yang baca postingan ini terus tergerak atinya buat nyumbang barang sejuta dua juta (halaaah…).

seharian tadi ngurusin laporan yang kemaren2 dikerjain.emang segemuk apa sih laporannya squid?bukan masalah gemuk ato gendut.tapi tuh laporan udah 3 hari dan sampe sekarang bener2 belum di kirim.padahal dah tanggal 5.buseeet…..dan lepas zuhur gw kedinginan.huaaaahhh….terpaksa gw berlindung lagi.ampuuunnn dah…..dan sekarang lagi ceting2 edun ama my chubby (thank’s to YM).

October 3, 2005

BIRU-KU

Filed under: Buat Chubby-ku

Knowing that u r fine is good for me
Knowing that u r smilling is an added energy for me
Knowing that u r laughing is a soulflame for me
Knowing that u r happy is…..EVERYTHING for me

Keep Smilling 4 my Byru……

September 30, 2005

5 Tipe Karyawan di Kantor Kita

Pengklasifikasian karyawan dan pejabat kantor ini diekati dengan istilah hukum yang digunakan dalam agama Islam. Pendekatan ini samasekali bukan untuk mencampuradukkan atau merendahkan nilai istilah hukum tersebut, melainkan hanya sekedar guna mempermudah pemahaman kita karenamakna dari istilah hukum tersebut sangat sederhana dan akrab bagi kita. Mudah-mudahan bisa jadi cara yang praktis untuk mengukur dan menilai diri sendiri.

(Ide dasar ini diambil dari pendapat Emha Ainun Najib)

1. Karyawan / Pejabat “Wajib”

Tipe karyawan atau pejabat wajib ini memiliki ciri : keberadaannya sangat disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan.

Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan, wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat membahagiaan siapapun yang berjumpa dengannya.
Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi penyejuk bagi hati yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan, orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan.
Akhlaknya sangat mulia, membuat setiap orang meraskan bahagia dan senang dengankehadirannya, dia sangat menghargai hak-hak dan pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat manfaat dengan keberadaannya

2. Karyawan / Pejabat “Sunnah”

Ciri dari karyawan/pejabat tipe ini adalah : kehadiran dan keberadaannya memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak terasa kehilangan..

Kelompok ini hampir mirip dengan sebagian yang telah diuraikan, berprestasi, etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada, lingkungannya tidak merasa kehilangan, kenangannya tidak begitu mendalam.

Andai saja kelompok kedua ini lebih berilmu dan bertekad mempersembahkan yang terbaik dari kehidupannya dengan tulus dan sungguh-sungguh, niscaya dia akan naik peringkatnya ke golongan yang lebih atas, yang lebih utama.

3. Karyawan / Pejabat “Mubah”

Ciri khas karyawan atau pejabat tipe ini adalah : ada dan tiadanya sama saja.

Sungguh menyedihkan memang menjadi manusia mubadzir seperti ini, kehadirannya tak membawa arti apapun baik manfaat maupun mudharat, dan kepergiannya pun tak terasa kehilangan.

Karyawan tipe ini adalah orang yang tidak mempunyai motivasi, asal-asalan saja, asal kerja, asal ada, tidak memikirkan kualitas, prestasi, kemajuan, perbaikan dan hal produktiflainnya. Sehingga kehidupannya pun tidak menarik, datar-datar saja.

Sungguh menyedihkan memang jika hidup yang sekali-kalinya ini tak bermakna. Harus segera dipelajarilatar belakang dan penyebabnya, andaikata bisa dimotivasi dengan kursus, pelatihan, rotasi kerja, mudah-mudahan bisa meningkat semangatnya.

4. Karyawan / Pejabat “Makruh”

Ciri dari karyawan dan pejabat kelompok ini adalah : adanya menimbulkan masalah tiadanya tidak menjadi masalah.

Bila dia ada di kantor akan mengganggu kinerja dan suasana walaupun tidak sampai menimbulkan kerugian besar, setidaknya membuat suasana tidak nyaman dan kenyamanan kerjaserta kinerja yang baik dapat terwujud bila ia tidak ada.

Misalkan dari penampilan dan kebersihan badannya mengganggu, kalau bicara banyak kesia-siaan, kalau diberi tugas dan pekerjaan selain tidak tuntas, tidak memuaskan juga mengganggu kinerja karyawan lainnya.

5. Karyawan / Pejabat “Haram”

Ciri khas dari kelompok ini adalah : kehadirannya sangat merugikan dan ketiadaannya sangat diharapkan karena menguntungkan.

Orang tipe ini adalah manusia termalang dan terhina karena sangat dirindukan “ketiadaannya”. Tentu saja semua ini adalah karena buah perilakunya sendiri, tiada perbuatan yang tidak kembali kepada dirinya sendiri.

Akhlaknya sangat buruk bagai penyakit kronis yang bisa menjalar. Sering memfinah, mengadu domba, suka membual, tidak amanah, serakah, tamak, sangat tidak disiplin, pekerjaannya tidak pernah jelas ujungnya, bukan menyelesaikan pekerjaan malah sebaliknya menjadi pembuat masalah. Pendek kata di adalah “trouble maker”.

Silahkan anda renungkan, kita termasuk kategori yang mana…?

Semoga semua ini menjadi bahan renungan agar hidup yang hanya sekali ini kita bisa merobah diri dan mempersembahkan yang terbaik dan yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat nanti. Jadilah manusia yang “wajib ada”. Semoga!

5 (Lima) S

Suatu saat, adzan Maghrib tiba. Kami bersegera shalat di sebuah mesjid yang dikenal dengan tempat mangkalnya aktivis Islam yang mempunyai kesungguhan dalam beribadah. Di sana tampak beberapa pemuda yang berpakaian “khas Islam” sedang menantikan waktu shalat. Kemudian, adzan berkumandang dan qamat pun segera diperdengarkan sesudah shalat sunat. Hal yang menarik adalah begitu sungguh-sungguhnya keinginan imam muda untuk merapikan shaf. Tanda hitam di dahinya, bekas tanda sujud, membuat kami segan. Namun, tatkala upaya merapikan shaf dikatakan dengan kata-kata yang agak ketus tanpa senyuman, “Shaf, shaf, rapikan shafnya!”, suasana shalat tiba-tiba menjadi tegang karena suara lantang dan keras itu. Karuan saja, pada waktu shalat menjadi sulit khusyu, betapa pun bacan sang imam begitu bagus karena terbayang teguran yang keras tadi.

Seusai shalat, beberapa jemaah shalat tadi tidak kuasa menahan lisan untuk saling bertukar ketegangan yang akhirnya disimpulkan, mereka enggan untuk shalat di tempat itu lagi. Pada saat yang lain, sewaktu kami berjalan-jalan di Perth, sebuah negara bagian di Australia, tibalah kami di sebuah taman. Sungguh mengherankan, karena hampir setiap hari berjumpa dengan penduduk asli, mereka tersenyum dengan sangat ramah dan menyapa “Good Morning!” atau sapa dengan tradisinya. Yang semuanya itu dilakukan dengan wajah cerah dan kesopanan. Kami berupaya menjawab sebisanya untuk menutupi kekagetan dan kekaguman. Ini negara yang sering kita sebut negara kaum kafir.

Dua keadaan ini disampaikan tidak untuk meremehkan siapapun tetapi untuk mengevaluasi kita, ternyata luasnya ilmu, kekuatan ibadah, tingginya kedudukan, tidak ada artinya jikalau kita kehilangan perilaku standar yang dicontohkan Rasulullah SAW, sehingga mudah sekali merontokan kewibawaan dakwah itu sendiri.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dengan berinteraksi dengan sesama ini, bagaimana kalau kita menyebutnya dengan 5 (lima) S : Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.

Kita harus meneliti relung hati kita jikalau kita tersenyum dengan wajah jernih kita rasanya ikut terimbas bahagia. Kata-kata yang disampaikan dengan senyuman yang tulus, rasanya lebih enak didengar daripada dengan wajah bengis dan ketus. Senyuman menambah manisnya wajah walaupun berkulit sangat gelap dan tua keriput. Yang menjadi pertanyaan, apakah kita termasuk orang yang senang tersenyum untuk orang lain? Mengapa kita berat untuk tersenyum, bahkan dengan orang yang terdekat sekalipun. Padahal Rasulullah yang mulia tidaklah berjumpa dengan orang lain kecuali dalam keadaan wajah yang jernih dan senyum yang tulus. Mengapa kita begitu enggan tersenyum? Kepada orang tua, guru, dan orang-orang yang berada di sekitar kita?

S yang kedua adalah salam. Ketika orang mengucapkan salam kepada kita dengan keikhlasan, rasanya suasana menjadi cair, tiba-tiba kita merasa bersaudara. Kita dengan terburu-buru ingin menjawabnya, di situ ada nuansa tersendiri. Pertanyaannya, mengapa kita begitu enggan untuk lebih dulu mengucapkan salam? Padahal tidak ada resiko apapun. Kita tahu di zaman Rasulullah ada seorang sahabat yang pergi ke pasar, khusus untuk menebarkan salam. Negara kita mayoritas umat Islam, tetapi mengapa kita untuk mendahului mengucapkan salam begitu enggan? Adakah yang salah dalam diri kita?

S ketiga adalah sapa. Mari kita teliti diri kita kalau kita disapa dengan ramah oleh orang lain rasanya suasana jadi akrab dan hangat. Tetapi kalau kita lihat di mesjid, meski duduk seorang jamaah di sebelah kita, toh nyaris kita jarang menyapanya, padahal sama-sama muslim, sama-sama shalat, satu shaf, bahkan berdampingan. Mengapa kita enggan menyapa? Mengapa harus ketus dan keras? Tidakkah kita bisa menyapa getaran kemuliaan yang hadir bersamaan dengan sapaan kita?

S keempat, sopan. Kita selalu terpana dengan orang yang sopan ketika duduk, ketika lewat di depan orang tua. Kita pun menghormatinya. Pertanyaannya, apakah kita termasuk orang yang sopan ketika duduk, berbicara, dan berinteraksi dengan orang-orang yang lebih tua? Sering kita tidak mengukur tingkat kesopanan kita, bahkan kita sering mengorbankannya hanya karena pegal kaki, dengan bersolonjor misalnya. Lalu, kita relakan orang yang di depan kita teremehkan. Patut kiranya kita bertanya pada diri kita, apakah kita orang yang memiliki etika kesopanan atau tidak.

S kelima, santun. Kita pun berdecak kagum melihat orang yang mendahulukan kepentingan orang lain di angkutan umum, di jalanan, atau sedang dalam antrean, demi kebaikan orang lain. Memang orang mengalah memberikan haknya untuk kepentingan orang lain, untuk kebaikan. Ini adalah sebuah pesan tersendiri. Pertanyaannya adalah, sampai sejauh mana kesantunan yang kita miliki? Sejauh mana hak kita telah dinikmati oleh orang lain dan untuk itu kita turut berbahagia? Sejauh mana kelapangdadaan diri kita, sifat pemaaf ataupun kesungguhan kita untuk membalas kebaikan orang yang kurang baik?

Saudara-saudaraku, Islam sudah banyak disampaikan oleh aneka teori dan dalil. Begitu agung dan indah. Yang dibutuhkan sekarang adalah, mana pribadi-pribadi yang indah dan agung itu? Yuk, kita jadikan diri kita sebagai bukti keindahan Islam, walau secara sederhana. Amboi, alangkah indahnya wajah yang jernih, ceria, senyum yang tulus dan ikhlas, membahagiakan siapapun. Betapa nyamannya suasana saat salam hangat ditebar, saling mendo’akan, menyapa dengan ramah, lembut, dan penuh perhatian. Alangkah agungnya pribadi kita, jika penampilan kita selalu sopan dengan siapapun dan dalam kondisi bagaimana pun. Betapa nikmatnya dipandang, jika pribadi kita santun, mau mendahulukan orang lain, rela mengalah dan memberikan haknya, lapang dada,, pemaaf yang tulus, dan ingin membalas keburukan dengan kebaikan serta kemuliaan.

Saudaraku, Insya Allah. Andai diri kita sudah berjuang untuk berperilaku lima S ini, semoga kita termasuk dalam golongan mujahidin dan mujahidah yang akan mengobarkan kemuliaan Islam sebagaimana dicita-citakan Rasulullah SAW, Innama buitsu liutammima makarimal akhlak, “Sesungguhnya aku diutus ke bumi ini untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.***

Tidak Harus Berwujud Bunga

Filed under: Sisi Imajinasi

ADA SEBUAH ARTIKEL DARI TEMEN YANG BAGUS UNTUK DI BACA SEMUANYA.

Tidak harus berwujud “Bunga”

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan
saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar
di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya
harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu
telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta berperasaan
halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang
menginginkan permen.
Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya,
bahwa saya menginginkan perceraian.
“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut.
“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”
Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak
seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat
mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah
pikiranmu?”.Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan
pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam
hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai
setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika
kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya
untuk saya?”

Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.”
Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak
ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-2an tangannya
dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan….

“Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya
untuk menjelaskan alasannya.”Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya.
Saya melanjutkan untuk membacanya. “Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu
mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya
harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki
programnya.”

“Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya
harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu
untukmu ketika pulang.”.

“Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru
yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata
saya untuk mengarahkanmu.”

“Kamu selalu pegal-2 pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan
saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”

“Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’.
Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau
meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.”

“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk
kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua
nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti
ubanmu.”

“Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati
matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga
yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu”.

“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena,
saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.”
“Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya
mencintaimu.” “Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan
tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu.Aku tidak bisa menahan dirimu
mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,
tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya. “Dan sekarang, sayangku, kamu
telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini,
dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu
rumah
kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu.”

“Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan
barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah,
bahagiaku bila kau bahagia.”.

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu
dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari
dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang
dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam
wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam
wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan
kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

Karena cinta tidak selalu harus berwujud “bunga”.

VIRUS vs SENAM

Filed under: Time Is Running Out

Hari senam kembali datang….

pagi-pagi bangun oleh ringtone hoobastank. Chubbykuh………makasih udah nelpon pagi2 bangunin tidur gw yang biadab banggeeed….ngobrol ngalor ngidul,ketawa ketiwi,ngakak ngikik,sakaw sikiw (halaaah…) akhirnya dihentikan dengan paksa oleh “nuuuuutt…..waaa!!!!-didaaahh..didaaahh-mwach..mwach..” ituh.dengan sedikit perasaan geli campur males,gw masuk kamar mandi setelah kebrutalan bambang memonopoli kamar mandi yang kecil-mungil-sempit-nan-terpencil ituh.setelah mandi seadanya (tapi tetep menganut prinsip biar ganteng asal wangi) gw berangkat dengan pay memakai road sector (motor kedua setelah belalang tempur nya bang fer ).btw tau ga lu belalang tempur?dia tu ma road sector tuh motor akrabnye satria baju item.tapi nih motor yang gw salut (kata si pay sih) ga ada rem kakinya.buset daaah…bagimana kalu pas ngebut trus ada nenek2 cantik nyelonong nyebrang jalan?bisa nyungsruk ta-kusruk-kusruk dah… :D

sampe dikantor,anehnya,kakap yang budiman dan sedikit expresif itu belum datang.setelah “panen jenggot” dan berdandan (baca:make sepatu) gw siap bersenam2 ria.

setelah bergerak2 aneh ternyata hari ini ada lomba tarik tambang yang waktu itu tidak jadi dilakukan.akhirnya dengan semangat 63 (ada apa ya tahun 63?) kantor gw mengikuti lomba itu.akhirnya setelah bersusah-susah ke hulu berenang2 kemudian kantor gw meraih juara ketiga.horeeeee…….lupakan peserta yang hanya tiga tim.yang penting juara tiga.horeeeee….. :) )

setelah itu gw ke depan komp dan iseng2 membuka “trend micro office scan” dan mulai men-scan komp yang ajaib ini.ternyata saudara2 sebangsa setanah kusir,jumlah yang diluar akal sehat,ternyata di dalam komputer ruanganku yang tinggal sebiji ini ada virusnya!huaaah…tar dulu.itu sih biasa.yang luar biasa jumlahnya mencapai 5109 virus!!!!!!!! ya… 5109 sekali lagi ah…5109 huaaaaahhh….gilaaaaaaa……pantes aja ni komputer lelednya na’udzubillah-min-zalik-oh-my-god-dragon-banget-deh-pokoknya-kalo-ga percaya .mana yang diserang itu system file semua pula.gw pengen nangis aja ngeliat nasib ni komputer.setelah sorenya internet gratis kembali berjalan,gw ngedownload antivirus baru.tapi setelah dengan sukses didownload,muncul lagi satu masalah baru: GW GA BISA GUNAINNYA!!!!!!

setelah sholat jum’at gw coba sabar sebentar.ternyata gw ga bisa….GW LAPEEERRRR…..maaf ya bambang,gw ga nunggu elu.gw harus lebih sayang penghuni perutku yang udah melakukan demo besar2an menuntut haknya.dan gw pun makan dengan biadab.fuuuuuhhhh……….

dan hariku ditutup dengan chatting2 dengan sang chubby.huaaaaaaa……..kwangene puoooollll… banged deh pokoknya.

September 28, 2005

Ngetik Day…

Filed under: Time Is Running Out

tidur malem tadi mungkin yang terindah yang pernah gw alami. bukan karena semalem gw mimpi basah.tapi karena gw mimpi becek (halaah..). bukan…gw semalem mengalami tidur yang sangat nyenyak ampe pas bangun muka gua langsung ganteng.asli gua seneng banget bisa tidur gila kaya gitu. kenapa gw bisa dengan biadabnya tidur kaya ayam lagi kencing? karena eh karena merusak pikiraaaan…. (halaah..) maksudnya karena semalem hujan turun tak kalah biadabnya….jadinya pikiran jadi ikutan lesu n jadinya tidur deeeh……

Trus bangun pagi lumayan seger.dengan diawali ngupil2 dikit dan kentut yang agak banyak gw masuk kamar mandi.hari ini tumben aer bak ga terlalu kotor.kayanya tuh makhluk udah lumayan insyaf…dan setelah mandi gw langsung berangkat ke kantor. lho….?bajunya?oh iya pake baju dulu.ampir aja lupa……nah sekarang baru ke kantor (tadi udah pake celana panjang lho..)

Hari ini dimulai dengan sedikit gila2an di ruang kebahagiaan (PDI).lalu Mengetik Day itu pun dimulai dari mengetik surat pelaksanaan penyitaan dan sebagainya yang budiman,sampe akhirnya sore gw kecapekan, ngantuk dan akhirnya ganteng gw pun lenyap lagi….n here i am,nunggu my chubby di YM……

September 27, 2005

Sebait kata

Filed under: Buat Chubby-ku

Ketika kakimu mulai berat melangkah
Ingatlah kakiku akan menuntunmu mencari arah

Ketika tanganmu tak lagi menjamah
Ingatlah tanganku akan selalu merengkuhmu

Ketika matamu mulai mendapat gelap
Ingatlah mataku akan membuatmu benderang

Ketika mulutmu akan terkunci
Ingatlah bibirku akan selalu membuatmu tersenyum

Ketika hatimu mulai hampa
Ingatlah hatiku akan selalu terisi namamu

Ketika tubuhmu terasa dingin
Ingat rengkuhku akan menghangatkanmu

Cause, u’re the only way i can survive….

September 23, 2005

Introduczione (sok Italia banget deh ah ih yuk dong)

Filed under: Time Is Running Out

hari ini gw nyoba2 buat blog baru.gw juga pengen coba buat blog.anak baru neeh..ceritanya.jadi kalo ade sale2 kate tulung dimaapin nyak….

hari ini gue nonton anak2 (eh..bapak2 dink) tarik tambang.antar kantor gitu deee..tapi yang terjadi malah menang WO terus sampe masuk final.halaah….padahal semuanya udah semangat 45 dengan motto “biar tidak menang asal jangan kalah”.akhirnya malah tanding voli (ga nyambung banget kan..).tapi ya udahlah,tetep dengan motto “bersatu kita teguh bercerai ke KUA” tim voli kantorku menuju lapangan yang agak-lumayan-sedikit-yah-bolehlah-kurang-dikit-aja-ya jauhnya dari lokasi tarik tambang.dan dengan cepat pertandingan dimulai.

siangnya sebelum jumatan gua maen game yang baru gw download tadi malem sampe jam SETENGAH-DUA-BELAS.ya itu berarti udah melewati batas jam dimulainya tarif boros (hemat tapi sekali nelp 3 jam,jadi boros deh) SIMPATI.tapi tidak mengapalah adanya (halaah…bahasanya).karena hari ini gue bisa maen game itu.lumayan menghibur tapi cepet mbosenin.gruaitong sih.jadinya masih di batesin.

trus semalem (eh ini kok alur terbalik sih nyeritainnya?) gw nelpon dengan biadab sampe jam 2.terima kasih pada telkomsel yang telah membuat tarif yang sewenang-wenang itu.hingga akhirnya gw ketiduran…huahahahaha… (maafkan diriku….)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here